Laman

Minggu, 31 Oktober 2010

Obat-Obat Diuretik

Obat-obat Diuretik :
Adalah obat yang dapat mempercepat pembentukan urin di ginjal
Baik disebut Natriuretik/ saluretik sebab obat2 ini dipakai untuk mobilisasi cairan ekstra sel yang berlebihan (biasanya ditandai retensi Natrium). Anatomi
Obat-obat Diuretik :
Adalah obat yang dapat mempercepat pembentukan urin di ginjal
Baik disebut Natriuretik/ saluretik sebab obat2 ini dipakai untuk mobilisasi cairan ekstra sel yang berlebihan (biasanya ditandai retensi Natrium).
Ginjal terdiri dari 2 juta nefron
1 unit nefron terdiri dari : -     glomerulus
-          tubulus proksimalis
-           ansa henle
-          tubulus distal
-          duktus koligentes
Faal :
Fungsi Homeostatik
Keseimbangan elektrolit  dan air
Cara :  - Filtrasi glomelrulus                                                                                                                                                                        - Reabsorbsi dan sekresi oleh epitel tubuli.

Jumlah cairan ekstrasel orang dewasa normal ± 12,5 ml
GFR (Glomeruli Filtration Rate) : 125 lt/menit
Cairan ekstrasel (CES) difiltrasi dalam waktu ± 100 menit.
Jadi bila tidak ada mekanisme lain, dalam 100 menit → CES habis
Urin yang terbentuk ± 100 ml
→ > 99% CES yang difiltrasi mengalami reabsorbsi.

Mekanisme tubuler  

  1. Reabsorbsi Na + (Cl-)
  2. Sekresi H+
  3. Sekresi K+

Reabsorbsi Na+
Ada beberapa macam :
  1. Anatomi
  2. Permeabilitas terhadap air
  3. Sensitivitas terhadap diuretic

Ada 3 tempat reabsorbsi :
  1. Tubulus proksimalis
Filtrasi ditubulus proksimalis bila ada reabsorbsi Na + Cl
→ terjadi difusi air yang sebanding → cairan adalah isotonis
  1. Ansa Henle asenden terutama yang berepitel tebal)
Epitel tidak permeable terhadap air → reabsorbsi Na tidak diikuti difusi pasif dari air. Cairan adalah hipotonis (dilumen), diekstrasel (hipertonis).

  1. Tubuli distal/ ductus koligentes
Epitel tubulus distal permeabel terhadap air , ↑ /↓, tergantung adanya anti Diuretik hormon.
            - Bila ada ADH → epitel permeabel terhadap air (= di tubulus prox)
            - Bila tidak ada ADH → tidak permeable terhadap air (ansa henle)

Sekresi H +/ K+
       Suatu proses pertukaran Na+ → K+
                                              Na+  → H+

Pertukaran Na+  → H+
  1. Reabsorbsi NaHCO3 lengkap
  2. Pengasaman buffer dalam urin
  3. Reabsorbsi NaCl dan sekresi NH3

Ekskresi K
K - Reabsorbsi di tubulus prox
          - Sekresi di tubulus distal

Sekresi K :  Na +    K+
Dipengaruhi aldosteron : Retensi Na,
                                              Ekakresi K

Diuretik :
  1. Mobilisasi CES berlebihan (udem)
  2. Hipertensi esensiel
  3. Lain2

Pembagian

  1. Diuretik Osmotik
  2. Penghambat transport tubuler
- Penghambat ensim karbonat anhidrase (K.A)
            - Derivat tiazid
            - Diuretik kuat
            - Diuretik urikosurik
            - Diuretik hemat kalium
                   ♦Antagonisme aldosteron
                   ♦Amiloroid-triamteren

  1. Diuretik osmotik
Suatu manitol
            urea : glukosa
            Syarat2 : 1. Difiltrasi secara bebas oleh glomeruli
 2. Tidak/ sedikit diabsorbsi
                            3. Farmakologis inert (tidak mempunyai efek farmakologi)
                      4. Resisten terhadap perubahan metabolik.

     Cara kerja :
     - Diberika parentaeral (IV)
     - Konsentrasi cukup pekat
     Difiltrasi glomerulus → banyak mannitol yang ikut menentukan tekanan osmotik → menarik air dan sejumlah kecil elektrolit.
Contoh : minum glukosa ↑↑→ diuresis ↑.
Kegunaan :
- Profilaksis gagal ginjal akut
- me ↓ tekanan/ volume cairan intra okuler yang me ↑
   Contohnya : - trauma kapitis → tekanan intrakranial akan me ↑
                          - glaucoma.

2. Penghambat transport tubuler
a. Penghambat enzim Karbonat Anhidrase
Enzim K.A terdapat dibanyak tempat
a. l di corteks ginjal.
                                K.A
K. A H2O + CO2      HHCO3
K.A dihambat → produksi  H+  → ↓↓→ ekskresi NaHCO3 ↑, NH4 tidak terbentuk.
Ekskresi NaHC03 → asidosis metabolic
Tempat kerja  : tubulus prox.
Asidosis metabolik bila terjadi, akan terjadi penghambatan anti enzim K.A, disebut refrakter.

Indikasi : - diuretik (-)
                 - glaucoma
                 - untuk keadaan hiperkalemik periodic paralysis
                    reabsorbsi Na dihambat → Na ditubulus distal ↑
                 - Acute mountain sickness
                    Bila ketinggian 3000 m dicapai dalam waktu pendek
     Preparat  : Azetazolamid

    

Efek samping :
  1. G I : Nause dan vomiting
  2. Parestesi/ kesemutan
  3. Ngantuk

b. Tiazid
    Diuretik gol sulfonamid
Hub struktur dan keaktivan
- Potensi ↑ bila C6 disubstitusi dengan halogen (Cl atau F)
- Substitusi C3
- Saturasi rantai heterosiklik

Potensi ↓ : - C4 disubstitusi
-   gugus SONH2 diganti
Prototip : Klortiazid
Tiazid :
- Menghambatenzim K.A lemah → ekskresi HCO3 ↑
- Ekskresi Na+, K+, Cl- →↑, juga H+ → alkalosis ringan
- Tempat kerja : tubuli distal
- Keuntungan : Pemberian oral

F kinetik : - abs oral baik
                   - Perbedaan dalam metab
Klortiazid
Kurang larut dalam lemak → harus diberi dalam jumlah besar / dosis ↑

Klortalidon
Absorbsi lambaat → masa kerja panjang
Ekskresi  : melli proses sekresi
         Berkompetisi dengan asam organic misalnya asam urat
Efek samping
  1. Hipokalemi
- Kehilangan K perunit Na relatif ↑
            - Timbul pada penggunaan jangka panjang
            - Diatasi dengan garam KCl, buah2an.
- Hati2 dengan digitalis ( misnya untuk obat jantung → mudah terjadi intoksikasi oleh digitalis.
  1. Hiperkalemia
Pada laten DM → DM manifes
 → - Peningkatan glukogeneolisis
                  - Glukogenesis ↓
                  - Sekresis insulin ↓
3. Hiperurisemia
    Penderita gout/ pirai
4. Trombosis di otak : terutama untuk manula
    Aliran darah lambat → trombosis                                
Indikasi hipertensi esensiale
- Natriuretik
- Vasodelatasi arteriol → respirasi perifer ↓→ TD ↓                           
2. udema
3.Diabetes incipidus
4.Batu Ca pada saluran kencing

Preparat
  1. Klortiazid
  2. Hidroklorotosxid (HCT)
  3. Meticltiazid
      4.   Hidro flumetiazid
      5.   Politiazid
  1. Klortalidon

Diuretik Kuat

Ada 2 golongan
  1. Derivat furosemid
  2. Asam etakrinat

Sifat2 umum :
- Awal kerja cepat
- Tidak dipengaruhi keadaan asidosis dan alkalosis
- Menghambat reabsorbsi Na dan Cl (beserta air), drngan cara menghambat enzim : Na- K atpase.
- Ekskresi Mg++ dan Ca++ ↑
- Potensi tidak bertambah, bila ditambah preparat lain yang sejenis

F kinetik
-Abs baik via oral / parenteral
- Mengalami filtrasi dan sekresi
- Awal kerja 10 menit parentera, 1 jam oral
- lama kerja 2 – 3 jam.
ESO
- Gangguan keseimbangan air dan elektrolit
- Alkalosis akibat ekskresi Na+, K+, H+ dan Cl- 
- Kronis → deplesi CES
- Hiperurisemia
  kec. Trikrinafen → urikosurik  ES : Cholestatik Jaundice
- Ketulian
   asam etokrinat → permanen
   oleh karena gangguan elektrolit endolymph
- Skin rash parestesi

Preparat
- Asam etakrinat
- Furosemid
- bumetamid

Diuretik Hemat Kalium

1Antagonis Aldosteron :
   Aldostern : mineralomineralokortikoid yang dihasilkan oleh korteks adrenal
Efek : - retensi Na
           - Meningkatkan ekskresi K

Antagonis aldosteron : Spironolakton
- Struktur mirip steroid
- Potensi : lemah
- Cara kerja : menghambat aldosteron sec. Kompetitif
- Tempat kerja : duct choligentes

Spirenolakton hanya bermanfaat terhadap udema dengan kadar aldosteron me ↑
ES
- Ginekomastia
- Virilasi
- Hiperkalemi

Triamteren dan Amilorid
Menghambat reabs NaCl disegmen distal ditempat pertukaran Na- K/ Na- H
Bekerja sec langsung, tdk tergantung pada aldosteron
- Triamteren
- Amilorid

Indikasi :
- Keadaan refrakter udema
  (Udem walau diberi diuretic kuat → tdk kempes)
- Potensiasi dengan diuretic lain
- Sama dengan tiazid juga dapat mencegah hipokalemi bila dikombinasi dengan tiazid
Penggunaan Diuretik
  1. untuk udema paru akut (diberi diuretic kuat secara parenteral)
  2. Udema jantung, ginjal dll
  3. Hipertensi (terutama yang esensiel)
  4. Diabetes insipidus terutama Tiazid
  5. Batu ginjal Kalsium
Diuretik= Urikosurik
Tenrinafen : - diuretik
                      - Antihipertensi
                      - Urikosurik
ES
Hati dan ginjal me ↑

2. Indakrinon
    - Urikosurik kuat
    - Diuretik kuat
    - Efektif oral
  Sebagai diuretic: awal kerja cepat dan lama kerja lebih lama disbanding dengan furosemid dan asam etakrinat

Sebagai urikosurik
Menghambat reabs asam urat di tub prox.

ES penggunaan  diuretic
  1. Hipokalemi (terutama tiazid dan diuretik kuat)
  2. Hiperurisemia : semua diuretik untuk penggunaan jangka panjang),
  3. Gangguan toleransi glukosa, tiazid dan diuretik kuat
      4.   Hiperkalemi
5.   Hiponatremi : diuretik kuat
  1. Hiperkalemi : Diuretik hemat kalium
  2. Hipovolemi : Diuretik kuat

ADH/ Vasopresin

      Merupakan suatu oktapeptida
      - Alam : Arginine vasopresin
      - Sintetik : Lisin vasopresin dan desmopresin
      - Sekresi : - Nucl Paraventrikularis dan nucl supraopticus ( Hipothalamus)
        kemudian secret akan melalui hipothalamohipopise kecuali lobus hipofise     daerah perivasculer
Struktur mirip oksitosin
-          isoleusin
-          leusin
Kadar ADH Normal < 1 ╬╝unit/ml
Dehidrasi : 20 –100 ╬╝unit/ml

2        macam repressor
  1. Osmoreseptor di nucl hypothalamus
  2. Volumereseptor di - Atrium kiri
                                         - v pulmonalis
Peranan sekresi ADH : - Osmolaitas plasma ↑
-          Volume cairan darah ↓
      Penghambatan sekresi ADH : - Osmolaritas plasma me ↓
                                                           - Volume darah ↑
F dinamik :
  1. Ginjal :
            Bekerja di tubulus distal dan duct koligentes
            Mempengaruhi permeabilitas epitel yub distal dan duct koligentes terhadap air ↑ (lewat pe ↑ system siklik AMP)

Ekstrarenal
Pada dosis >
- Tek darah ↑ k vasokonstriksi pembuluh darah
- TGI  Spasme
- Uterus Spasme 9nyeri mirip dismenorrhoe

F kinetik
Abs sec. Oral tidak baik (dirusak oleh tripsin di lambung)
IM
T1/2  ± 15 menit (yang alam)
Inaktivasi dihati dan ginjal


Indikasi :
  1. Diabetes insipidus : _ Pituitary D.I
                                             Gangguan sekresi ADH
                                           - Nefrogenik DI
                                              Anomali fungsi sel tubuli→ ADH kurang berguna

  1. Varises oesofagus pecah → hematemesi
Arginin VP
Masa kerja terlalu singkat
Dibuat vasopresin tanat – 24 jam
Dosis ¼ -1/2  ~1,25 –2,5 unit / hari

Lisin VP
Sebagai prearat insuflasi (bubuk yang disemparot ke hdg)

Desmopresisn
Untuk DI yang sensitive terhadap ADH

Kintra indikasi
Penderita insufisiensi koroner

ES
      - Mules
      - Nyeri uterus
      - Serangan angina pectoris

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar